Separuh rasa yg masi tersisa, memacu langkhku yang tertati-tati ke Dunia mimpi.
Tersadar dari lelapku, Sungguh Aku tak percaya, wajahku berada terkapar tak tersadar di atas sebuah batu yang penuh goresan-goresanKu, sebuah batu besar tempatKu megukir namaMu di bawah naungan langit biru..........& sengatan surya yang menusuk.....
Dan tersadar lagi, Hal itu membuatku Tak kuasa membendung tetesan air mata yang jatuh berlinang membasahi namamu yang ku tulis di batu tempatku terlelap.....
Hatiku sungguh ter'amat sakit, bak jasad ini terbelah habis menjadi serpihan zarah yang saking kecilnya hingga tak dapat terbagi dua lagi.....!!!
Inginku menjerit......! Sungguh Aku ingin jeritanku menggemparkan alam sunyi dan terdengung mengaung hingga di liang telinga hatimu,.....!
Namun apalalah dayaKu,... ??
Apalah arti desahan suara jeritan batin yang hanya menggema sebatas di relung vakum......???
Jiwa yang kini benar-benar hampa...!!
Ku tau kau takan kembali, maka berhentilah menyebut namaKu, sebab ada Aku disini yang selalu merasa terpanggil oleh keluhan hasratmu.....!
Kamu jauh, sangat jauh..... Walau jauh, naluriku dapat beresonansi dari getaran jiwaMu & membiaskan spektrum rindu yang begitu besar........!!
Tetaplah di sana hingga terdengar ucapan yang terakhir dariku ........ "SELAMAT JALAN,.... CUKUP SUDAH SAMPAI DI SINI, KITA MELALUI JALAN YANG BERBEDA ".......!!!
0 komentar:
Posting Komentar