-
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger Edit HTML and find these sentences. Now replace these with your own descriptions[...]
-
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger Edit HTML and find these sentences. Now replace these with your own descriptions[...]
-
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger Edit HTML and find these sentences. Now replace these with your own descriptions[...]
-
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger Edit HTML and find these sentences. Now replace these with your own descriptions[...]
KENAPA BAU ASAP ROKOK SUSAH HILANG?
Bau asap rokok ta hanya menempel di luar tubuh seperti pakaian tapi juga bisa menembus kulit, rambut dan dapat mengiritasi saluran hidung serta pernapasan. Bagi orang yang memiliki penyakit asma, sinusitis dan rhinitis bau asap rokok bisa mengganggu selaput sensitif dalam sistem pernapasan.
Dikutip dari Howtogetridofstuff.com, Senin (13/12/2010) tidak seperti bau lainnya, bau asap rokok cenderung sulit untuk dihilangkan. Bau yang susah hilang ini karena asap rokok terbuat dari rantai molekul yang panjang, sehingga butuh waktu yang lama atau sulit untuk dihilangkan terutama pada kain. Selain itu asap rokok yang dihasilkan umumnya mengandung banyak zat atau residu.
Asap rokok ini tidak hanya menempel pada orang yang merokok, tapi juga orang yang menjadi perokok pasif. Sehingga asap rokok yang menempel ini disebut sebagai 'third-hand smoke'.
'Third-hand smoke' adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan banyaknya residu beracun dari asap rokok yang menempel di baju, anggota tubuh seperti tangan dan rambut serta benda-benda lainnya saat terpapar asap rokok. Residu beracun ini umumnya bisa bertahan lama.
Selain itu biasanya seorang perokok akan tetap mengembuskan racun dari napasnya selama beberapa menit setelah mematikan rokok maupaun ketika asapnya sudah hilang.
"Bahaya dari third-hand smoke ini sangat nyata. Karena ketika seseorang merokok di tempat manapun, partikulat beracun dari asap rokok ini akan masuk ke dalam rambut dan pakaian," ujar Profesor Jonathan Winickoff dari Massachusetts General Hospital, seperti dilansir BBCNews.
Efek dari 'third-hand smoke' ini akan memiliki risiko yang signifikan bagi ibu hamil dan juga balita. Hal ini karena berpotensi merusak kesehatan balita dna juga bayi yang dikandungnya.
Untuk menghilangkan bau dari asap rokok ini sebaiknya cuci pakaian dengan menggunakan deterjen yang kuat, dan usahakan untuk mencuci tangan dengan sabun terlebih dahulu setelah terpapar asap rokok untuk mengurangi bau asap dan residu yang menempel.
[slowbos.com]
Popular Posts
-
Video Vulgar Poonam Pandey Di Kamar Mandi Model Kontroversial India Video Perdana . Model kontroversial Poonam Pandey kembali menjadi pusat ...
-
Video MESUM REMAJA cilacap Beredar LUAS !!! Setelah hari kemarin saya posting tentang Free Token Ninja Saga 194 Token with HSS dan Cheat TP...
-
Thistles Tanaman berbunga ini tumbuh di alam liar di lapangan terbuka di seluruh Eropa. Dibedakan oleh daun runcing, tanaman ini dapat berf...
-
1. Larutan Penyangga Larutan penyangga atau larutan buffer adalah : Larutan yang mempunyai pH tetap dan mampu menahan pe...
-
As we all know that there are many subjects that students should study at school now, such as physics, chemistry, social study, statistics, ...
-
Foto Bruno Mars Konser di Jakarta . Mungkin Foto Bruno Mars Konser di Jakarta ini dapat menghibur para penggemar Bruno Mars yang tidak bisa...
-
Materi Kimia Sifat-sifat Asam, Basa dan Garam Kata Kunci: asam dan basa, basa dan garam, zat kimia, zat-zat kimia Ditulis oleh Utiya Azizah...
-
Video Mesum Pelajar SMP SMA Malang Turen Adegan Mesum di Ponsel Video Pesta Kelulusan . Malang - Dunia pendidikan di Kabupaten Malang kembal...
-
Tabel Remunasi TNI - Kalau postingan sebelumnya telah di share Tabel Remunerasi Polri berdasarkan eselon / pangkat, kali ini goceng blog ...
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

0 komentar:
Posting Komentar