Tampilkan postingan dengan label Science. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Science. Tampilkan semua postingan

Proses Pembuatan Processor

Pengaplikasian pasir tidak hanya sebagai bahan dasar bangunan, penggosok panci / kuali yang hitam,tetapi selain itu, pasir juga di gunakan untuk membuat mesin utama pada komputer atatu laptop Anda, tidak percaya...? simak baik-baik cara membuat proseccor di bawah ini yang saya copas dari blog tetangga, makasih yah Mr.zerocoll

Pasir, seperempat bagiannya terbentuk dari silikon, yakni unsur kimia yang paling berlimpah di muka bumi ini setelah oksigen. Pasir (terutama quartz), mempunyai persentase silikon yang tinggi di dalam bentuk Silicon Dioxide (SiO2) dan pasir merupakan bahan pokok untuk memproduksi semiconductor.



Setelah memperoleh mentahan dari pasir dan memisahkan silikonnya, materiil yang kelebihan dibuang. Lalu, silikon dimurnikan secara bertahap hingga mencapai kualitas 'semiconductor manufacturing quality', atau biasa disebut 'electronic grade silicon'. Pemurnian ini menghasilkan sesuatu yang sangat dahsyat dimana 'electronic grade silicon' hanya boleh memiliki satu 'alien atom' di tiap satu milyar atom silikon. Setelah tahap pemurnian silikon selesai, silikon memasuki fase peleburan. Dari gambar di atas, kita bisa melihat bagaimana kristal yang berukuran besar muncul dari silikon yang dileburkan. Hasilnya adalah kristal tunggal yang disebut 'Ingot'.



Kristal tunggal 'Ingot' ini terbentuk dari 'electronic grade silicon'. Besar satu buah 'Ingot' kira-kira 100 Kilogram atau 220 pounds, dan memiliki tingkat kemurnian silikon hingga 99,9999 persen.



Setelah itu, 'Ingot' memasuki tahap pengirisan. 'Ingot' di iris tipis hingga menghasilkan 'silicon discs', yang disebut dengan 'Wafers'. Beberapa 'Ingot' dapat berdiri hingga 5 kaki. 'Ingot' juga memiliki ukuran diameter yang berbeda tergantung seberapa besar ukuran 'Wafers' yang diperlukan. CPU jaman sekarang biasanya membutuhkan 'Wafers' dengan ukuran 300 mm.



Setelah diiris, 'Wafers' dipoles hingga benar-benar mulus sempurna, permukaannya menjadi seperti cermin yang sangat-sangat halus. Kenyataannya, Intel tidak memproduksi sendiri 'Ingots' dan 'Wafers', melainkan Intel membelinya dari perusahaan 'third-party'. Processor Intel dengan teknologi 45nm, menggunakan 'Wafers' dengan ukuran 300mm (12 inch), sedangkan saat pertama kali Intel membuat Chip, Intel menggunakan 'Wafers' dengan ukuran 50mm (2 inch).



Cairan biru seperti yang terlihat pada gambar di atas, adalah 'Photo Resist' seperti yang digunakan pada 'Film' pada fotografi. 'Wafers' diputar dalam tahap ini supaya lapisannya dapat merata halus dan tipis.



Di dalam fase ini, 'Photo Resist' disinari cahaya 'Ultra Violet'. Reaksi kimia yang terjadi dalam proses ini mirip dengan 'Film' kamera yang terjadi pada saat kita menekan shutter (Jepret!).

Daerah paling kuat atau tahan di 'Wafer' menjadi fleksibel dan rapuh akibat efek dari sinar 'Ultra Violet'. Pencahayaan menjadi berhasil dengan menggunakan pelindung yang berfungsi seperti stensil. Saat disinari sinar 'Ultra Violet', lapisan pelindung membuat pola sirkuit. Di dalam pembuatan Processor, sangat penting dan utama untuk mengulangi proses ini berulang-ulang hingga lapisan-lapisannya berada di atas lapisan bawahnya, begitu seterusnya.

Lensa di tengah berfungsi untuk mengecilkan cahaya menjadi sebuah fokus yang berukuran kecil.



Dari gambar di atas, kita dapat gambaran bagaimana jika satu buah 'Transistor' kita lihat dengan mata telanjang. Transistor berfungsi seperti saklar, mengendalikan aliran arus listrik di dalam 'Chip' komputer. Peneliti Intel telah mengembangkan transistor menjadi sangat kecil sehingga sekitar 30 juta 'Transistor' dapat menancap di ujung 'Pin'.



Setelah disinari sinar 'Ultra Violet', bidang 'Photo Resist' benar-benar hancur lebur. Gambar di atas menampakan pola 'Photo Resist' yang tercipta dari lapisan pelindung. Pola ini merupakan awal dari 'transistors', 'interconnects', dan hal yang berhubungan dengan listrik berawal dari sini.



Meskipun bidangnya hancur, lapisan 'Photo Resist' masih melindungi materiil 'Wafer' sehingga tidak akan tersketsa. Bagian yang tidak terlindungi akan disketsa dengan bahan kimia.



Setelah tersketsa, lapisan 'Photo Resist' diangkat dan bentuk yang diinginkan menjadi tampak.



'Photo Resist' kembali digunakan dan disinari dengan sinar 'Ultra Violet'. 'Photo Resist' yang tersinari kemudian dicuci dahulu sebelum melangkah ke tahap selanjutnya, proses pencucian ini dinamakan 'Ion Doping', proses dimana partikel ion ditabrakan ke 'Wafer', sehingga sifat kimia silikon dirubah, agar CPU dapat mengkontrol arus listrik.



Melalui proses yang dinamakan 'Ion Implantation' (bagian dari proses Ion Doping) daerah silikon pada 'Wafers' ditembak oleh ion. Ion ditanamkan di silikon supaya merubah daya antar silikon dengan listrik. Ion didorong ke permukaan 'Wafer' dengan kecepatan tinggi. Medan listrik melajukan ion dengan kecepatan lebih dari 300,000 Km/jam (sekitar 185,000 mph)



Setelah ion ditanamkan, 'Photo Resist' diangkat, dan materiil yang bewarna hijau pada gambar sekarang sudah tertanam 'Alien Atoms'



Transistor ini sudah hampir selesai. Tiga lubang telah tersketsa di lapisan isolasi (warna ungu kemerahan) yang berada di atas transistor. Tiga lubang ini akan diisi dengan tembaga, yang berfungsi untuk menghubungkan transistor ini dengan transistor lain.



'Wafers' memasuki tahap 'copper sulphate solution' pada tingkat ini. Ion tembaga disimpan ke dalam transistor melalui proses yang dinamakan 'Electroplating'. Ion tembaga berjalan dari terminal positif (anode) menuju terminal negatif (cathode).



Ion tembaga telah menjadi lapisan tipis di permukaan 'Wafers'.



Materiil yang kelebihan dihaluskan, meninggalkan lapisan tembaga yang sangat tipis.



Nah udah mulai ribet. Banyak lapisan logam dibuat untuk saling menghubungkan bermacam-macam transistors. Bagaimana rangkaian hubungan ini disambungkan, itu ditentukan oleh teknik arsitektur dan desain tim yang mengembangkan kemampuan masing-masing processor. Dimana chip komputer terlihat sangat datar, sebenarnya memiliki lebih dari 20 lapisan untuk membuat sirkuit yang kompleks. Jika kamu melihat dengan kaca pembesar, kamu akan melihat jaringan bentuk sirkuit yang rumit, dan transistors yang terlihat futuristik, 'Multi-Layered Highway System'.



Ini hanya contoh super kecil dari 'Wafer' yang akan melalui tahap test kemampuan pertama. Di tahapan ini, sebuah pola test dikirimkan ke tiap-tiap chip, lalu respon dari chip akan dimonitor dan dibandingkan dengan 'The Right Answer'.



Setelah hasil test menunjukan bahwa 'Wafer' lulus, 'Wafer' dipotong menjadi sebuah bagian yang disebut 'Dies'. Coba juragan lihat, proses yang bener-bener ribet tadi ternyata hasilnya kecil doank. Pada gambar paling kiri itu ada 6 kelompok 'Wafer', pada gambar kanannya udah berapa 'Wafer' tuh !?!?



'Dies' yang lulus test, akan diikutkan ke tahap selanjutnya yaitu 'Packaging'. 'Dies' yang tidak lulus, dibuang dengan percumanya T_T. Ada hal yang lucu beberapa tahun lalu, Intel membuat kunci dari 'Dies' yang tidak lulus ini ^^. Ada EBAYnya lho, ayo juragan yang tertarik beli, soalnya tinggal 4..



Ini adalah gambar satu 'Die', yang tadinya dipotong pada proses sebelumnya. 'Die' pada gambar ini adalah 'Die' dari Intel Core i7 Processor.



Lapisan bawah, 'Die', dan 'Heatspreader' dipasang bersama untuk membentuk 'Processor'. Lapisan hijau yang bawah, digunakan untuk membentuk listrik dan 'Mechanical Interface' untuk Processor supaya dapat berinteraksi dengan sistem PC. 'Heatspreader' adalah 'Thermal Interface' dimana solusi pendinginan diterapkan, sehingga Processor dapat tetap dingin dalam beroperasi.



'Microprocessor' adalah produk terkompleks di dunia ini. Faktanya, untuk membuatnya memerlukan ratusan tahap dan yang kita uraikan sebelumnya hanyalah yang penting saja.



Selama tes terakhir untuk Processor, Processor di tes karakteristiknya, seperti penggunaan daya dan frekwensi maksimumnya.



Berdasarkan hasil test sebelumnya, Processor dikelompokan dengan Processor yang memiliki kemampuan sama. Proses ini dinamakan dengan 'Binning', 'Binning' ditentukan dari frekwensi maksimum Processor, kemudian tumpukan Processor dibagi dan dijual sesuai dengan spesifikasi stabilnya.



Prosessor yang sudah dikemas dan dites, pergi menuju pabrik (misalnya dipake Toshiba buat laptopnya) atau dijual eceran (misalnya di toko komputer)
READ MORE - Proses Pembuatan Processor

Dibalik Gemerlapnya Petir

Satu kilatan petir menghasilkan
listrik lebih besar daripada yang
dihasilkan Amerika.
Pada malam hari, saat hujan
deras, langit tiba-tiba menyala,
tak lama kemudian disusul oleh
suara menggelegar. Tahukah
Anda bagaimanakah petir luar
biasa yang menerangi langit
muncul? Tahukah Anda seberapa
banyak cahaya yang
dipancarkannya? Atau seberapa
besar panas yang
dilepaskannya?
Satu kilatan petir adalah cahaya
terang yang terbentuk selama
pelepasan listrik di atmosfer saat
hujan badai. Petir dapat terjadi
ketika tegangan listrik pada dua
titik terpisah di atmosfer – masih
dalam satu awan, atau antara
awan dan permukaan tanah,
atau antara dua permukaan
tanah – mencapai tingkat tinggi.
Kilat petir terjadi dalam bentuk
setidaknya dua sambaran. Pada
sambaran pertama muatan
negatif (-) mengalir dari awan ke
permukaan tanah. Ini bukanlah


kilatan yang sangat terang.
Sejumlah kilat percabangan
biasanya dapat terlihat
menyebar keluar dari jalur kilat
utama Ketika sambaran pertama
ini mencapai permukaan tanah,
sebuah muatan berlawanan
terbentuk pada titik yang akan
disambarnya dan arus kilat
kedua yang bermuatan positif
terbentuk dari dalam jalur kilat
utama tersebut langsung menuju
awan. Dua kilat tersebut
biasanya beradu sekitar 50
meter di atas permukaan tanah.
Arus pendek terbentuk di titik
pertemuan antara awan dan
permukaan tanah tersebut, dan
hasilnya sebuah arus listrik yang
sangat kuat dan terang mengalir
dari dalam jalur kilat utama itu
menuju awan. Perbedaan
tegangan pada aliran listrik
antara awan dan permukaan
tanah ini melebihi beberapa juta
volt.
Energi yang dilepaskan oleh satu
sambaran petir lebih besar
daripada yang dihasilkan oleh
seluruh pusat pembangkit
tenaga listrik di Amerika. Suhu
pada jalur di mana petir
terbentuk dapat mencapai
10.000 derajat Celcius. Suhu di
dalam tanur untuk meleburkan
besi adalah antara 1.050 dan
1.100 derajat Celcius. Panas yang
dihasilkan oleh sambaran petir
terkecil dapat mencapai 10 kali
lipatnya. Panas yang luar biasa
ini berarti bahwa petir dapat
dengan mudah membakar dan
menghancurkan seluruh unsur
yang ada di muka bumi.
Perbandingan lainnya, suhu
permukaan matahari tingginya
700.000 derajat Celcius. Dengan
kata lain, suhu petir adalah 1/70
dari suhu permukaan matahari.
Cahaya yang dikeluarkan oleh
petir lebih terang daripada
cahaya 10 juta bola lampu pijar
berdaya 100 watt. Sebagai
pembanding, satu kilatan petir
menyinari sekelilinginya secara
lebih terang dibandingkan ketika
satu lampu pijar dinyalakan di
setiap rumah di Istanbul. Allah
mengarahkan perhatian pada
kilauan luar biasa dari petir ini
dalam Qur'an,
"...Kilauan kilat awan itu hampir-
hampir menghilangkan
penglihatan." (QS. An Nuur,
24:43)

Kilatan yang terbentuk turun
sangat cepat ke bumi dengan
kecepatan 96.000 km/jam.
Sambaran pertama mencapai
titik pertemuan atau permukaan
bumi dalam waktu 20 milidetik,
dan sambaran dengan arah
berlawanan menuju ke awan
dalam tempo 70 mikrodetik.
Secara keseluruhan petir
berlangsung dalam waktu
hingga setengah detik. Suara
guruh yang mengikutinya
disebabkan oleh pemanasan
mendadak dari udara di sekitar
jalur petir. Akibatnya, udara
tersebut memuai dengan
kecepatan melebihi kecepatan
suara, meskipun gelombang
kejutnya kembali ke gelombang
suara normal dalam rentang
beberapa meter. Gelombang
suara terbentuk mengikuti udara
atmosfer dan bentuk permukaan
setelahnya. Itulah alasan
terjadinya guntur dan petir yang
susul-menyusul.
Saat kita merenungi semua
perihal petir ini, kita dapat
memahami bahwa peristiwa
alam ini adalah sesuatu yang
menakjubkan. Bagaimana
sebuah kekuatan luar biasa
semacam itu muncul dari partikel
bermuatan positif dan negatif,
yang tak terlihat oleh mata
telanjang, menunjukkan bahwa
petir diciptakan dengan sengaja.
Lebih jauh lagi, kenyataan
bahwa molekul-molekul nitrogen,
yang sangat penting untuk
tumbuhan, muncul dari kekuatan
ini, sekali lagi membuktikan
bahwa petir diciptakan dengan
kearifan khusus.
Allah secara khusus menarik
perhatian kita pada petir ini
dalam Al Qur'an. Arti surat Ar
Ra’d, salah satu surat Al Qur'an,
sesungguhnya adalah "Guruh".
Dalam ayat-ayat tentang petir
Allah berfirman bahwa Dia
menghadirkan petir pada
manusia sebagai sumber rasa
takut dan harapan. Allah juga
berfirman bahwa guruh yang
muncul saat petir menyambar
bertasbih memujiNya. Allah telah
menciptakan sejumlah tanda-
tanda bagi kita pada petir. Kita
wajib berpikir dan bersyukur
bahwa guruh, yang mungkin
belum pernah dipikirkan banyak
orang seteliti ini dan yang
menimbulkan perasaan takut
dan pengharapan dalam diri
manusia, adalah sebuah sarana
yang dengannya rasa takut
kepada Allah semakin bertambah
dan yang dikirim olehNya untuk
tujuan tertentu sebagaimana
yang Dia kehendaki.



(HarunYahya.com)
READ MORE - Dibalik Gemerlapnya Petir
 
Blognya Nack Camba © 2011 | Designed by Chica Blogger, in collaboration with Uncharted 3, MW3 Forum and Angry Birds Online